Heboh Ritual Mesum Gunung Kemukus Sragen

Posted by Admin Selasa, 14 Agustus 2012 0 komentar
Heboh Ritual Mesum Gunung Kemukus Sragen - Saya rasa semua sudah tau dengan yang namanya bagi ngepet, ya suatu ritual pesugihan yang terkenal di Indonesia. Parahnya lagi akhir-akhir ini hebohnya cerita tentang pesugihan dengan cara berhubungan badan dengan pasangan bukan suami istri. Ritual seperti ini dilakukan orang di Gunung Kemukus, kebanyakan yang melakukan ritual sesat ini bertujuan untuk cepat kaya.
Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, sekitar 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk berkunjung ke daerah ini tidak terlalu sulit, dari kota Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan berhenti di Belawan (di sebelah kiri jalan akan kita temukan pintu gerbang yang bertuliskan “Daerah Wisata Gunung Kemukus”) dari sini bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu. Perlu diketahui bahwa sejak penggenangan Waduk Kedung Ombo, Gunung Kemukus menjadi seperti sebuah "pulau" tetapi pada waktu musim kemarau air akan surut dan praktis kita tidak memerlukan lagi jasa penyeberangan.


Gunung Kemukus identik dengan kawasan wisata seks. Dikatakan demikian karena di tempat ini orang bisa dengan bebas menyicipi seks bebas dengan alasan untuk melakukan bagi dari ritual ziarahnya. Disana diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Pon dan Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya. Mereka bisa membawa pasangannya sendiri atau bisa juga bertemu pasangan yang akan diajak berhubungan disana. Haduh-Waduhhh... Sudah jelas sesat nih..

Yang jelas sebaiknya kita jangan ikuti jejak mereka, karena pasti akan mengalami akibat tragis seperti Pangeran Samudro yang bejat itu. Buktinya tempat itu menjadi bejat juga sampai sekarang, menjadi tempat operasi para wanita malam dengan alasan menjadi peziarah.

0 komentar:

Posting Komentar